Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 April 2013

Contoh Analisis Trend

Selamat sore sobat, untuk melengkapi postingan saya sebelumnya mengenai Analisis trend, dimana sebelumnya saya sudah menjelaskan apa itu analisis trend dan saya juga sudah memberikan sebuah contoh untuk analisis trend, maka kali ini saya akan mengajak sobat semua untuk melihat hasilnya…!
Kira-kira gimana ya…? Cocok gak dengan jawaban sobat semua…?
Dengan menggunakan rumus : Angka Indeks =(Tahun Pembanding)/(Tahun Dasar)  x  100%
Maka mari kita lihat tabel dibawah ini :

PT. SUKSES SELALU
Neraca Perbandingan
Tahun 2003 s/d Tahun 2006

Diminta :        
1.      Lakukan Analisis dari Tahun 2004, 2005 dan 2006 :
Pos dalam Neraca
Tahun
Trend
2003
2004
2005
2006
2004
2005
2006
Aktiva Lancar
Kas
100
140
150
80
140
150
80
Piutang
540
680
500
540
125.9
92.60
100
Persediaan
420
560
800
1000
133.3
190.47
238.09
Total Aktiva Lancar
1060
1380
1450
1620
130.18
136.79
152.83
Aktiva Tetap
1940
2020
2200
2580
104.12
113.40
132.98
Total Aktiva Tetap
1940
2020
2200
2580
104.12
113.40
132.98
Total Aktiva
3000
3400
3650
4200
113.33
121.66
140
Passiva
Utang Jangka Pendek
500
530
570
600
106
114
136
Utang Jangka Panjang
250
250
250
250
100
100
100
Total Hutang
750
780
820
850
104
109.33
113.33
Ekuitas
Modal
2000
2250
2250
2250
112.5
112.5
112.5
L/D
250
370
580
1100
148
232
440
Total Ekuitas
2250
2620
2830
3350
116.44
125.77
148.88
Total Passiva
3000
3400
3650
4200
113.33
121.66
140


2.      Buatlah Analsis Trend nya :
Berikut ini analisa pada neraca perbandingan PT. Sukses Maju :

    Uang Kas yang ada pada tahun  2004 naik sebesar 40% dari Uang Kas pada tahun 2003, Uang Kas yang ada pada tahun  2005 naik sebesar 50% dari Uang Kas pada tahun 2003, Uang Kas yang ada pada tahun  2006 turun sebesar 20% dari Uang Kas pada tahun 2003.

    Piutang yang ada pada tahun  2004 naik sebesar 25,9% dari Piutang  pada tahun 2003, Piutang  yang ada pada tahun  2005 turun sebesar 6.40% dari Piutang pada tahun 2003, Piutang yang ada pada tahun  2006 tidak mengalami perubahan dari Piutang pada tahun 2003.

    Persediaan yang ada pada tahun  2004 naik sebesar 33,3% dari Persediaan  pada tahun 2003, Persediaan yang ada pada tahun  2005 naik sebesar 90,47% dari persediaan pada tahun 2003, Persediaan yang ada pada tahun  2006 naik sebesar 138,09% dari Uang Kas pada tahun 2003.

    Total Aktiva lancer yang ada pada tahun  2004 naik sebesar 30,18% dari Total Aktiva lancer pada tahun 2003, Total Aktiva lancer yang ada pada tahun  2005 naik sebesar 36,79% dari Total Aktiva lancer pada tahun 2003, Total Aktiva lancer yang ada pada tahun  2006 naik sebesar 52,83% dari Total Aktiva lancer pada tahun 2003.

    Aktiva tetap yang ada pada tahun  2004 naik sebesar 4,12% dari Aktiva tetap pada tahun 2003, Aktiva tetap yang ada pada tahun  2005 naik sebesar 13,40% dari Aktiva tetap pada tahun 2003, Aktiva tetap yang ada pada tahun  2006 naik sebesar 32,98% dari Aktiva tetap pada tahun 2003.

    Total Aktiva tetap yang ada pada tahun  2004 naik sebesar 4,12% dari total Aktiva tetap pada tahun 2003, total Aktiva tetap yang ada pada tahun  2005 naik sebesar 13,40% dari total Aktiva tetap pada tahun 2003, total Aktiva tetap yang ada pada tahun  2006 naik sebesar 32,98% dari total Aktiva tetap pada tahun 2003.

    Total Aktiva yang ada pada tahun  2004 naik sebesar 13,33% dari Total Aktiva pada tahun 2003, Total Aktiva yang ada pada tahun  2005 naik sebesar 21,66% dari Total Aktiva pada tahun 2003, Total Aktiva yang ada pada tahun  2006 naik sebesar 40% dari Total Aktiva pada tahun 2003.

    Utang Jangka Pendek yang ada pada tahun  2004 naik sebesar 6% dari Utang Jangka Pendek pada tahun 2003, Utang Jangka Pendek yang ada pada tahun  2005 naik sebesar 14% dari Utang Jangka Pendek pada tahun 2003, Utang Jangka Pendek yang ada pada tahun  2006 naik sebesar 36% dari Utang Jangka Pendek pada tahun 2003.



 Sekian Penjelasan saya kali ini, Jangan Lupa kalau ada pertanyaan silahkan berkomentar ya sobat... :)
terimakasih....! [ hehehhehee :) ] 


  Salam Sukses....!




 

Sabtu, 13 April 2013

Pasar Modal

Selamat pagi sobat..... untuk postingan kali ini saya akan melanjutkan postingan yang kemaren tentang pengertian "pasar Modal" dan juga struktur dalam pasar modal.
nah.... Untuk kali ini, saya akan menjelaskan detail dari Pasar Modal...!

 Pengertian Pasar Modal
           Menurut Husnan (2003) adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta.
Menurut Usman (1990:62), umumnya surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal dapat dibedakan menjadi surat berharga bersifat hutang dan surat berharga yang bersifat pemilikan. Surat berharga yang bersifat hutang umumnya dikenal nama obligasi dan surat berharga yang bersifat pemilikan dikenal dengan nama saham. Lebih jauh dapat juga didefinisikan bahwa obligasi adalah bukti pengakuan hutang dari perusahaan, sedangkan saham adalah bukti penyertaan dari perusahaan.
Pengertian pasar modal menurut Undang-undang Pasar Modal no. 8 tahun 1995: Pasar Modal yaitu sebagai suatu kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.”
Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara dibidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar. Dalam arti sempit, pasar modal adalah suatu pasar (tempat, berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan saham-saham, obligasi-obligasi, dan jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek (Sunariyah, 2000 : 4). Dilihat dari pengertian akan pasar modal diatas, maka jelaslah bahwa pasar modal juga merupakan salah satu cara bagi perusahaan dalam mencari dana dengan menjual hak kepemilikkan perusahaan kepada masyarakat.

Jenis dan Fungsi Pasar Modal
Pasar modal dibedakan menjadi 2 yaitu pasar perdana dan pasar sekunder :

1. Pasar Perdana ( Primary Market )
Pasar Perdana adalah penawaran saham pertama kali dari emiten kepada para pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit (issuer) sebelum saham tersebut belum diperdagangkan di pasar sekunder. Biasanya dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 6 hari kerja. Harga saham di pasar perdana ditetukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang go public berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang bersangkutan.

Dalam pasar perdana, perusahaan akan memperoleh dana yang diperlukan. Perusahaan dapat menggunakan dana hasil emisi untuk mengembangkan dan memperluas barang modal untuk memproduksi barang dan jasa. Selain itu dapat juga digunakan untuk melunasi hutang dan memperbaiki struktur pemodalan usaha. Harga saham pasar perdana tetap, pihak yang berwenang adalah penjamin emisi dan pialang, tidak dikenakan komisi dengan pemesanan yang dilakukan melalui agen penjualan.


2. Pasar Sekunder ( Secondary Market )
Pasar sekunder adalah tempat terjadinya transaksi jual-beli saham diantara investor
setelah melewati masa penawaran saham di pasar perdana, dalam waktu selambat-lambatnya 90 hari setelah ijin emisi diberikan maka efek tersebut harus dicatatkan di bursa.
Dengan adanya pasar sekunder para investor dapat membeli dan menjual efek setiap saat. Sedangkan manfaat bagi perusahaan, pasar sekunder berguna sebagai tempat untuk menghimpun investor lembaga dan perseorangan.

Harga saham pasar sekunder berfluktuasi sesuai dengan ekspetasi pasar, pihak yang berwenang adalah pialang, adanya beban komisi untuk penjualan dan pembelian, pemesanannya dilakukan melalui anggota bursa, jangka waktunya tidak terbatas.
Tempat terjadinya pasar sekunder di dua tempat, yaitu:
1.Bursa regular
Bursa reguler adalah bursa efek resmi seperti Bursa Efek Jakarta (BEJ), dan Bursa Efek Surabaya (BES)
2.Bursa parallel
Bursa paralel atau over the counter adalah suatu sistem perdagangan efek yang terorganisir di luar bursa efek resmi, dengan bentuk pasar sekunder yang diatur dan
diselenggarakan oleh Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE), diawasi dan dibina oleh Bapepam. Over the counter karena pertemuan antara penjual dan pembeli tidak dilakukan di suatu tempat tertentu tetapi tersebar diantara kantor para broker atau dealer.

Fungsi Pasar Modal
Tempat bertemunya pihak yang memiliki dana lebih (lender) dengan pihak yang memerlukan dana jangka panjang tersebut (borrower). Pasar modal mempunyai dua fungsi yaitu ekonomi dan keuangan. Di dalam ekonomi, pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari lender ke borrower.
Dengan menginvestasikan dananya lender mengharapkan adanya imbalan atau return dari penyerahan dana tersebut. Sedangkan bagi borrower, adanya dana dari luar dapat digunakan untuk usaha pengembangan usahanya tanpa menunggu dana dari hasil operasi
perusahaannya. Di dalam keuangan, dengan cara menyediakan dana yang diperlukan oleh borrower dan para lender tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil

Pasar Modal diatur dalam undang-undang No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Selain Saham, dalam Pasar modal diperdagangkan:
1. Surat Pengakuan utang
2. Surat berharga Komersil
3. Obligasi
4. Tanda bukti hutang
5. Kontrak efek berjangka dan lain-lain

Para Pelaku Pasar Modal

1. Pihak yang berfungsi sebagai pelaku investasi; investor perorangan, investor lembaga/badan hukum
2. Pihak yang berfunsi sebagai penarik modal; emiten, perusahaan public.
3. Pihak yang berfunsi sebagai penyedia fasilitas; Bursa Efek, lembaga kliring dan penjamin, lembaga   penyimpanan dan penyelesaian
4. Pihak yang berfungsi sebagai pengawas; Badan pengawas Pasar Modal (BAPPEPAM)
5. Pihak penunjang Pasar modal; Lembaga Penunjang; Kustodian, wali amanat. Profesi penunjang; Akuntan Publik, Konsultan Hukum, Notaris,perusahaan penilai
6. Pihak yang berfunsi sebagai pengatur emisi dan transaksi; penjamin emisi, wakil penjamin emisi, perantara pedagang efek
7. Sebagai pengelolah Modal dan Konsultasi; Manajer investasi, wakil manager investasi, penasehat investasi perorangan

Penegakan Hukum Pasar Modal
Unjung tombak penegakan hukum Pasar Modal adalah Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). fungsi badan pengawas pasar modal adalah:
1. Lembaga pembina
2. Lembaga Pengatur
3. Lembaga Pengawas
Tujuannya adalah agar tercapai Pasar modal yang teratur, wajar, efisien, melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat.



Sekian Penjelasan saya sobat mengenai pasar modal, silahkan lanjutkan membaca untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang Pasar Modal di artikel selanjutnya yaitu mengenai "Fungsi dan Struktur Pasar Modal"

Salam sukses....!