Tampilkan postingan dengan label CATATANKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CATATANKU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Februari 2013

Surat cintaku | "Totshe Penalba"

sdded


------------------------------------- English translate -----------

make: my lover.

I got a good story, but it makes me feel sad and hurt, which originated from facebook I found a beautiful woman named "Totshe Penalba" from the Phillipines ..!
I love him and I hope he likes me.
if the world is small, and he was right next to me, I would not be willing to part with it if ...

= ------ I Love U ----- =
until whenever I'll still love you,
because you have changed my life at this time,
I swear, once I do not like English.
but for your sake, I even harder to learn English.
if one day we could meet and with the permission of the Lord, then I would not stiff anymore.

= "Totshe Penalba" =
I pray for a speedy finish college, if God still give us time, we'll see.
I really really love you.
many who expressed her feelings with me, but I refused, just for you.

--- "I do not care what you like, I do not care you are beautiful or ugly, poor or word, that I need is your love true sincere love me with all your heart.

I write this expression of my love, that you know and the world knows that I do love you, forgive me because until now I have not been able to call you, because I am not fluent english.

Lord ... Take care of her for me, that now and till forever "---


from: adi.radinal always love you.

------------------------ The End -------------------------------


------------------- Indonesia Terjemahan ----------------------

buat : kekasih hatiku.

saya punya cerita bagus, tapi membuatku merasakan sedih dan terluka, dimana berawal dari facebook saya menemukan seorang wanita cantik bernama "Totshe Penalba" dari Phillipines..!
saya menyukai dia dan saya harap dia juga menyukai saya.
seandainya dunia ini kecil, dan dia ada disampingku, aku tak akan rela jika harus berpisah dengan nya...

=------ I Love U -----=
sampai kapan pun aku akan tetap mencintai kamu,
karena kamu telah mengubah hidupku saat ini,
sumpah, dulu saya tidak suka bahasa inggris.
tapi demi kamu, saya lebih giat lagi belajar bahasa inggris.
jika suatu saat kita bisa jumpa dan atas ijin TUHAN, maka aku tidak akan kaku lagi.

=" Totshe Penalba "=
Doakan saya untuk cepat menyelesaikan kuliahku, jika TUHAN masih beri kita waktu, kita akan bertemu.
sungguh aku sangat mencintai kamu.
banyak yang mengutarakan perasaanya sama saya, namun saya tolak hanya untukmu.

---"aku tidak peduli kamu seperti apa, aku tidak peduli kamu cantik atau jelek, miskin atau kata, yang aku butuhkan adalah cintamu yang benar tulus menyayangiku, dengan segenap hatimu.

kutuliskan ungkapan cintaku ini, agar kamu tahu dan dunia tahu kalau aku benar mencintai kamu, maafkan aku karena sampai saat ini aku belum bisa menelepon kamu, karena bahasa inggris saya belum lancar.

TUHAN... Jaga dia untukku, bahwasanya sekrang dan samapi selamanya"---


dari : adi.radinal yang selalu mencintaimu.

------------------------------- selesai -------------------------

Minggu, 23 Desember 2012

Pelantikan PKP-1 IPI Leppindo

CONGRATULATION...!!!
Sidang Senat Terbuka / Wisuda X Program Diploma III / AAM & STIE Mahaputra Riau Sekaligus
Pelantikan PKP-1 Angkatan XIX IPI Leppindo Pekanbaru T.A:2011/2012.
Hotel Mutiara Merdeka /Pekanbaru, 22 Desember 2012, Jam : 08.00 s/d selesai...

Dalam konteks kesarjanaan sudah tentu hal yang dicari setelah lulus adalah pekerjaan, terutama pekerjaan kantoran. Menganggur mungkin kata yang paling menyakitkan bagi para sarjana. Para sarjana akan berusaha melamar pekerjaan ke sana kemari dengan bermodalkan selembar ijazah hanya untuk melekatkan status karyawan atau PNS. Tapi banyak juga yang menganggur karena tidak mendapat pekerjaan kantoran. Lantas pertanyaan selanjutnya, apakah kuliah dipersiapkan untuk pekerjaan yang sifatnya â€Å“kantoran”, apakah gelar sarjana berkontribusi membuat para sarjana malu bekerja selain â€Å“kantoran”, asumsi dasar seperti inilah yang perlu kita luruskan bersama.

Kuliah bukan mutlak untuk pekerjaan, tapi kuliah mutlak untuk mencari ilmu pengetahuan. Sedangkan pekerjaan tidak mesti mengikat dengan gelar kesarjanaan. Sarjana akan berusaha mendapatkan kerjaan â€Å“kantoran” meskipun tidak sesuai dengan gelar kesarjanaan, yang pada akhirnya tidak ada produktivitas yang berarti dari pekerjaan yang digelutinya dan prestasinya akan terus menerus menurun, kondisi ini sudah tentu merugikan para sarjana itu sendiri akan hal disiplin ilmunya yang tak terpakai dan terus terikat pada suatu kondisi di mana dia tidak dapat berkreatifitas (Mahlil, 2010).

Bila dipahami bersama, para sarjana setelah lulus tidak lagi mencari pekerjaan, tapi menciptakan pekerjaan di mana para sarjana dapat berkontribusi mengurangi pengangguran bukan justru menambah pengangguran. Namun tidak perlu diartikan salah bila berkesempatan menjadi karyawan atau PNS setelah kuliah. Yang disayangkan adalah para sarjana yang hanya mengandalkan selembar kertas bertanda tangan rektor untuk pekerjaan dan tidak mau mengandalkan daya pikir dan kreatifitas untuk pekerjaan lainnya, wirausaha misalnya. Bahkan dalam sebuah hadis dikatakan bahwa sembilan pintu rezeki adalah berdagang, sedangkan satu pintu rezeki terdapat berbagai macam termasuk karyawan. Bagi para sarjana akademisi sejati mereka akan terus melakukan penelitian sesuai terapan bidangnya bahkan melanjutkan jenjang pendidikan ke yang lebih tinggi. Penelitian-penelitian tersebut akan dibukukan dan dijadikan hak cipta. Itu hanya akan ada bagi para sarjana yang berpikiran forward vision. Jadi semua pilihan ada pada para sarjana, tergantung cara berpikir, konsep, perencanaan para sarjana tersebut. pasca-wisuda, mau kemana? Anda yang menentukan!

Bagi sebagian orang, lulus studi seringkali menjadi sebuah ironi, menghadirkan kebanggaan dan kegelisahan sekaligus. Membawa kebanggaan karena tercapaikan target studi dengan baik dan sempurna, namun tidak jarang memunculkan kegelisahan karena dihadapkan pada pilihan ketidakpastian akan apa yang mesti dilakukan setelah lulus dari studi. Kegelisahan, kebingungan, kegamangan, dan ketidakpastian ini terutama disebabkan oleh ketidaksiapan sebagian lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi babak baru dari kehidupannya pasca studi. Selain itu, bisa juga disebabkan kurangnya wawasan, motivasi dan kepercayaan diri dalam menghadapi kompetensi di dunia kerja dan dalam kehidupan masyarakat secara luas. Bayangan akan sempitnya peluang kerja dan banyaknya pengangguran di negeri ini menjadi momok yang menghantui pikiran para lulusan baru (fresh graduates).

Sabtu, 22 Desember 2012

Kado Spesial Di Hari Ibu...

Tidak cukup banyak orang yang memberikan ibu mereka keistimewaan di Hari Ibu. karena terkadang kita lupa bahwasanya hari ini, tanggal 22 Desember adalah Hari spesial buat para ibu,.
termasuk saya yang baru ingat karna diingatkan oleh kawand... hee...eeee

ada tiga 'hadiah' yang paling diinginkan para ibu di Hari Ibu. Apa saja?

1. Dimanjakan
Setiap harinya, para wanita yang menjadi ibu berkutat dengan rutinitas membersihkan rumah, memasak, mengurus anak, mencuci baju, menyetrika dan lain sebagainya. Sehingga tidak heran mereka ingin sekali, bisa mendapatkan libur satu hari.

2. Hadiah Istimewa
Kalau memang tak bisa memanjakan istri atau ibu, para suami dan anak-anak bisa memberikan wanita yang paling mereka cintai itu hadiah istimewa. Hadiah istimewa ini sebaiknya memang yang paling diinginkan ibu. Perhiasan, voucher belanja, voucher spa, kosmetik, peralatan memasak, baju atau apa saja yang memang ibu atau istri sudah lama inginkan. Apapun hadiah yang nantinya diberikan, kalaupun ternyata hanya sebuah surat yang berisi ucapan terimakasih Anda dan anak-anak, ibu dan istri akan tetap menganggapnya istimewa. Mereka merasa senang karena suami dan anak-anak ingat soal Hari Ibu ini.

3. Kumpul Bersama Keluarga
Meskipun ibu ingin punya satu hari libur dari segala rutinitas hariannya, tetap saja mereka ingin selalu dekat dengan keluarganya. Kumpul bersama ini bisa dengan piknik bersama ke tempat rekreasi, makan siang bersama, atau mungkin membuat foto keluarga. Kalau bisa seluruh kegiatan tersebut dilakukan tanpa si ibu harus repot melakukan segala sesuatunya.

tapi, bagi saya Kebahagiaan Ibu adalah Kebahagiaan ku juga, yang tidak bisa dinilai oleh apapun.
meskipun saya dan keluarga dipisahkan oleh jarak dan waktu, namun tidak menutup semangat buat saya untuk menjalani hari-hariku yang penuh dengan cerita.
IMG01916-20121222-1206

dihari ini, satu kadao istimewa yang bisa saya berikan adalah selembar Sertifikat hasil dari Kerja keras saya dalam menjalani kegiatan saya didunia pendidikan...
Ibu... Doakan selalu anakmu ini ditanah Rantau, kelak suatu saat nanti....
saya akan membahagiakan ibu dan ayah, selagi ada waktu untuk berbakti...
terimakasih ibu buat semuanya, Engkaulah Pahlawan dihidupku...
semoga TUHAN memberikan Umur yang panjang dan Rezki buat Ayah dan IBU, agar senantiasa tidak kekurangan suatu apapun...

Didalam Yesus Kristus, saya bawakan Ayah & Ibu kedalam Doa...
SELAMAT HARI IBU... You're my Everything...
Love Mom & Dad Forever.... GBU*

Menjadi Mahasiswa Akuntansi Pilihan tak Terduga

Radinal Simamora
Dalam setiap pilihan ada-ada saja yang potensial dikorbankan, tak terkecuali dengan pilihan saya menjadi seorang mahasiswa akuntansi. Konsekuensi atas itu adalah mencoba perlahan-lahan mengubur impian saya menjadi seorang dokter. Yah, impian yang dulu membuat saya begitu menyukai pelajaran NIAGA dan BIOLOGI di waktu SMK. Beriring dengan proses saya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa akuntansi, semakin saya mengubur impian saya menjadi seorang dokter di rumah sakit. Ah, saya tetap calon dokter sebenarnya, kalau kata dosen-dosen saya, akuntan itu dokter perusahaan. Yah, saya agak geli membayangkannya, ternyata pasiennya adalah uang.

Satu tahun pertama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa akuntansi, dan setelah dilantik tepat pada hari ini, saya mulai berpikir kembali, sehingga begitu membuat saya merasa ada yang salah dengan hidup yang saya jalani. Tiba-tiba saya harus merubah kecendrungan potensi otak saya dari yang dulunya otak kanan (saya suka berimajinasi, mengolah sesuatu yang tidak teratur, mnyukai keindahan) menjadi otak kiri (sistematis dan logis).

betapa kubersyukur selama ini, meskipun aku tak tahu bahwa hatiku memang memilih jalan ini, karna mungkin inlah yang terbaik bagiku....!!!

baru saya segera menyadari bahwa perubahan itu mestinya saya syukuri dan nikmati. 
Inilah yang Tuhan gariskan pada hidup saya. Tidak selalu apa yang kita inginkan harus menjadi nyata bukan? Menyerah bukan berarti pasrah, tapi berusaha memahami bahwa memang ada hal yang tidak dapat dipaksakan. Karena tidak semua yang kita inginkan itu yang terbaik untuk kita. 
meskipun angan dan cita-cita ku dari kecil jadi dokter, dan beberapa Perusahaan Farmasi telah aku masuki,
bahkan Perusahan MLM bagian obat-obatan juga telah kejalani...
berbagai penyuluhan dan seminar telah aku ikuti, 
namun mulai saat ini,.......
Saya harus segera menghapus kata “dokter” (dalam arti sesungguhnya) dari catatan hidup saya 

“I will be”.



Menjadi Mahasiswa Akuntansi Pilihan tak Terduga Posted by: Radinal Simamora
View Original Posted here.

Minggu, 21 Oktober 2012

Kisah Cinta Sejati Phang dan Yin

Vemale.com - Vemale.com- Oleh: Sandya Cato
13224-kisah-cinta-sejati-phang-dan-yin
Beberapa tahun lalu, tim Vemale.com memiliki kesempatan melakukan perjalanan ke Kerajaan Kamboja. Di sana ada sepasang suami istri yang dikenalkan oleh seorang teman. Kedua orang ini terlihat sangat romantis, berpegangan tangan pada waktu berbincang-bincang, saling curi pandang satu dengan lainnya, dan masih sering saling senyum. Hal itu tentu saja menakjubkan dan menjadi tanda tanya mengingat pasangan tersebut bukan remaja lagi, usianya sudah enam puluh tahun lebih. Setelah beberapa lama mengenal mereka, ternyata mereka punya cerita yang sangat panjang dan berliku-liku. Ada kah yang punya kisah hidup seperti ini? Berikut ceritanya kami tulis ulang dengan gaya bahasa "saya" , tetapi karena panjang kisahnya, terpaksa kami ringkas dengan tidak menghilangkan maknanya.

Nama saya Phang, saya pertama kali melihat istri saya pada waktu saya masih 18 tahun. Ayah saya pejuang yang berpindah-pindah tugas sejak perang Indocina di Kamboja tahun 1950-an, pada akhir 1970-an kami sekeluarga ditempatkan di Siem Reap di mana saya satu kampung dengan Yin, istri saya. Saya tidak pernah kenal dengan dia walau satu kampung, tetapi saya sering melihatnya sore-sore di depan rumah. Dia waktu itu masih berusia 10 tahun, delapan tahun lebih muda dari saya.

Setelah itu saya tidak pernah melihatnya lagi karena keluarga saya pindah ke kota lain, dan pindah lagi, dan pindah lagi. Sebelum pindah dari Siem Reap, tetangga-tetangga sempat memanggil juru foto dan mengajak keluarga saya foto bersama, foto itu selalu dibawa oleh ayah saya dan ditaruh di ruang tamu setiap kali kami pindah rumah. Dari foto itulah saya selalu ingat Yin, wanita cilik bermuka pucat yang teduh matanya. Dia terlihat kurus di foto itu dengan rambutnya yang dipotong cepak karena kutuan.

Di usia saya menjelang 30 tahun saya bekerja sebagai tukang pos. Tugas saya mengantar surat setiap hari di utara kota Phnom Penh. Saya tergolong pekerja keras tetapi suatu pagi, di saat hujan deras sekali, saya malas keluar rumah. Ayah saya berkata saat itu :

"Kamu tidak pernah tahu apa isi tumpukan surat itu. Mungkin ada kabar sukacita, mungkin ada duka, mungkin ada juga yang tidak dapat ditunda sehari pun."

Kalimat itu membangunkan saya, akhirnya saya putuskan jalan dan mengantar semua surat-surat itu di tengah hujan deras dan gemuruh guntur. Surat terakhir yang saya kirim hari itu masih disertai hujan, padahal hari sudah sore jam 3-an. Saya basah kuyub tetapi hati saya lega. Saat keluar dari kantor itu setelah mengirim suratnya, sekelibat saya melihat di balik jendela ada wajah yang saya kenal. Yin! Dia sudah berubah, rambutnya panjang sebahu, badannya gemukan, pakai kaca mata tetapi saya masih mengenalinya. Saya ingin menyapanya tapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Setelah beberapa lama saya memutuskan untuk pulang tanpa bilang halo.

Semalaman saya teringat dia, tetapi saya masih tetap tidak tahu bagaimana cara menyapanya. Saya berpikir terlalu lama sehingga baru seminggu kemudian saya punya cara menyapa Yin. Saya datang ke kantor itu lagi dan saya berpikir untuk minta ijin menemui Yin. Tetapi... saya terlambat! Ternyata Yin tidak lagi bekerja di situ, hari saya melihat dia adalah hari terakhir dia di sana. Yin keluar karena dia harus ikut keluarganya pindah ke Hanoi, Vietnam, karena ayahnya mendapat tugas di sana.

Saya sangat kecewa dan menyesal.

***

Beberapa tahun kemudian saya diterima kerja di sebuah perusahaan logistik, saya mendapat posisi bagus sebagai manager yang mengurusi pengiriman barang dari satu kota ke kota lain. Saat itu saya memiliki seorang kekasih dan punya rencana untuk menikah. Kemudian suatu pagi ketika saya bertugas di Siem Reap, saya tidak sengaja berpapasan dengan Yin di sebuah gedung pemerintah. Saya kaget dan tertegun melihat dia, dan saya rasa dia pun demikian. Bodohnya, saya tidak menyapanya! Saya ragu-ragu karena saya bersama seorang relasi dan dia bersama beberapa orang teman.

Pertemuan singkat itu benar-benar membuat saya bergejolak! Saya bertanya-tanya apakah dia mengenali saya? Apakah dia ingat saya? Saya membodoh-bodohkan diri saya, mengapa saya tidak menyapanya! Tetapi saya juga berusaha menghibur diri, itu tadi bukan Yin, Yin kan sudah pindah ke Vietnam. Pikiran tentang Yin tidak pernah hilang. Saya sempat ceritakan ke kekasih saya dan dia berang karena cemburu.

Beberapa bulan setelah kejadian itu saya mendapat masalah mendadak dan harus pergi ke Siem Reap. Di tengah kekalutan pekerjaan, saya sedang berjalan di sisi jalan ketika melihat Yin di jendela sebuah bis jurusan luar kota. Saya melihatnya dan melambai-lambaikan tangan. Dia pun melambaikan tangan seperti mengenal saya. Saya berusaha mengejarnya tetapi bis itu terlalu cepat pergi dan saya kehilangan kesempatan bertemu dia. Kejadian itu sungguh membuat hati saya bergetar, saya merasa saya jatuh cinta. Benar-benar jatuh cinta.

Gara-gara peristiwa itu saya memutuskan hubungan dengan kekasih saya, saya merasa tidak bisa menikah dengannya selama saya masih terus memikirkan Yin. Tidak adil buat dia. Orang tua saya sangat kecewa dengan sikap saya dan menganggap saya membuang kesempatan terbaik di dalam hidup saya.

***

"I've fallen in love many times... always with you - Anonymous"

Sepuluh tahun berlalu, saya tidak pernah melihat Yin. Setiap hari ingatan saya akan dia membuat hati saya tertutup untuk orang lain. Usia saya sudah 40 tahun lebih dan semua orang mengira saya tidak menikah karena saya patah hati ditinggal kekasih saya dulu. Mereka tidak ada yang tahu kalau di hati saya cuma ada Yin. Sering saya mencoba mencari Yin, dari buku telepon sampai saya datangi kampung saya dulu untuk tanya di mana keberadaan keluarga Yin. Ada yang bilang pindah ke Hanoi, ada yang bilang di Phnom Penh, semua serba simpang siur.

Di ulang tahun saya yang ke 48, saya melihat iklan baris di surat kabar. Ada seorang Yin mencari surat-surat yang hilang dan meminta yang menemukannya untuk mengirimkan ke Hanoi dan akan diberi imbalan. Saya tidak berpikir panjang, ini pasti Yin saya! Saya berangkat ke Hanoi beberapa hari kemudian dan menemui Yin. Sayangnya dia bukan Yin yang saya cari. Yin lain, bukan Yin saya. Teman-teman saya sudah menasihati lebih baik telepon dulu sebelum berangkat tetapi saya tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan di telepon dan saya terlalu yakin kalau itu pasti Yin yang saya cari. Surat kabar itu sampai sekarang masih saya simpan sebagai kenang-kenangan.

Tetapi semua itu tidak sia-sia. Dari ide iklan baris itu, saya memasang iklan di koran Hanoi : iklan saya singkat : Yin yang dari Siem Reap, hubungi Phang. Saya memasang iklan itu 3 kali tetapi tidak ada orang yang menghubungi saya. Kali yang keempat, saya memutuskan untuk mencoba pasang iklan di koran Phnom Penh, tidak lagi di Hanoi. Dalam perjalanan ke agen iklan saya dikejutkan oleh Yin. Saya ketemu dia di jalan! Dia keluar dari taxi yang hendak saya tumpangi.

"Yin, ini aku! Kamu tahu siapa aku?" begitu kata-kata saya pertama kali.

Jodoh di tangan Tuhan, ternyata Yin sangat mengenal saya. Bahkan di pertemuan saat itu, dia mengeluarkan foto dari masa kecil kami, foto dengan para tetangga di Siem Reap. Dia sudah jatuh cinta dengan saya sejak dia masih 10 tahun. Katanya dia sering melihat saya tetapi takut untuk menyapa karena dia masih kecil dan saya terlihat sangat dewasa. Dan yang lebih menggembirakan lagi, ia belum menikah!

***

Pertemuan itu adalah awal hubungan percintaan kami. Ternyata Yin selama itu tinggal di Hanoi, meski pernah ia pernah bertugas beberapa bulan di Siem Reap. Dia bekerja di perusahaan Vietnam yang punya cabang di Kamboja. Karena itu kami bertemu setiap beberapa bulan sekali dan merencanakan untuk segera menikah.

Tetapi perjalanan kasih kami tidak mulus, ayah Yin harus menjalani transplantasi jantung dan harus dibawa ke Canada. Yin harus pindah ke sana bersama-sama dengan keluarganya dan kami hanya bisa berhubungan lewat email dan chat. Lima tahun Yin di sana sampai ayahnya meninggal, kemudian balik ke Hanoi. Hanya sekali saya mengunjunginya di Toronto, Canada, itupun dengan menghabiskan semua tabungan yang saya kumpulkan bertahun-tahun. Sebenarnya saya ingin segera menikahinya tetapi keluarga Yin belum mengijinkan kami karena ayahnya yang sedang sakit. Mereka percaya bahwa tidak tepat menikah di saat salah satu anggota keluarga dekat sakit keras.

Sepulang Yin dari Toronto, usia saya sudah 55 tahun. Saya tidak berpikir panjang, saya akan segera menikahinya. Sekali lagi perjalanan kasih kami tidak mulus, dalam perjalanan ke Hanoi untuk melamar Yin dengan kedua orang tua saya, ayah saya terkena stroke dan meninggal di perjalanan. Kami sangat terpukul dengan kejadian itu, dan lebih-lebih beberapa bulan kemudian ibu saya menyusul ayah. Ayah saya meninggal di bulan Desember, ibu menyusul beberapa bulan kemudian di bulan Maret. Praktis tahun itu kami tidak bisa menikah karena kepercayaan yang tidak menyarankan pernikahan di tahun yang sama dengan kematian orang tua.

***

Usia saya 57 tahun ketika saya menikahi Yin. Dia masih muda, belum 50 tahun, terpaut 8 tahun dibanding saya. Sejak hari itu, kami seperti pangeran dan putri karangan HC Andersen, live happily ever after. Saya sangat mencintainya, setiap hari seperti pacaran tanpa ada habisnya, inilah true love, cinta sejati kami. Puluhan tahun kami jatuh cinta tapi tidak bisa sama-sama. Kami selalu terkenang dengan semua kisah hidup kami Sering kami masih komunikasi menggunakan email dan chat, karena Yin sedang di kamar mandi dan Phang di meja makan.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Tak Ingin Putus [Jarak Jauh]

wtv4
Dalam menjalin hubungan dengan orang yang dicintai, komunikasi merupakan hal nomor satu yang penting.

Saya pernah nih, menjalin hubungan jarak jauh dan akibatnya hancur gara-gara komunikasi yang buruk.

Nostalgia sedikit, jadi ceritanya si dia sering tidak mau ngangkat telpon karena malu digodain si ortu. Apalagi sinyal telepon si dia emang gak gitu bagus disana, alhasil sms sering telat masuk. Ngebalesnya juga sering telat. Nelpon susah, suara putus-putus lagi. Amburadul deh.

Nah biar ini gak terjadi buat kamu-kamu pren, kudu menggunakan komunikasi anti tulalit. Nah loh apaan tulalit kayak ponsel jadul aje.

Kadang nih, kita salah mengartikan komunikasi yang baik dengan pacar. Contohnya aja kita curhat masalah terbaru, ngomelin kebiasaannya yang tak kita sukai.

Curhat sih tak ada salahnya, tapi jangan sampe si dia jadi objek pelampiasan. Ceritakan dengan jelas pesan dalam ceritamu itu. Selain itu, kita juga harus mau jadi pendengar yang baik. Pendengar yang baik juga berarti kita mengerti dengan maksud si dia dan meresponnya. Responnya pun tak boleh menyalahkan/membenarkan dengan nada yang tak kalah heboh.

Bagaimana dengan LDR? Intinya sama, komunikasi yang baik. Jaman sekarang, komunikasi jauh lebih gampang. Ada BBM, SMS, Telpon dimana saja, Facebook, MIRC, Skype, de el el.

Dan yang tak kalah penting, bicara apa adanya. Jangan karena cinta trus kamu nutupin kejelekannya dia, disimpen dalam hati dan dikubur bersama kapsul waktu sampai saatnya kapsul tersebut meledak.

Saya juga mengalami hal yang sama, yakni pasangan tak mau terbuka. Alhasil saat berantem hebat, keluarlah semua uneg-uneg si dia. Sangat disayangkan. Seandainya dia berkata tak suka, mungkin pertengkaran itu takkan pernah terjadi.

Jalani hubungan dengan santai, dengan komunikasi yang baik serta nyambung. Ingat, sayang saja tak cukup!